Thomas Alva Edison Dan Polemik Atas Penemuan Lampu

penemu lampu
 Mungkin Anda familiar dengan quote:


'I have not failed. I've just found 10000 ways that won't work

atau:

“Genius is 1 percent inspiration and 99 percent perspiration.”

Petikan kata membangun tersebut adalah milik Thomas Alva Edison yang dikenal masyarakat dunia sebagai tokoh penemu lampu. Ilmuan genius dan gigih yang satu ini memang dikenal sebagai seseorang yang sangat ulet. Bayangkan saja, selama hidupnya ia telah mendaftarkan lebih dari 1000 hak paten. Hal ini menandakan ia bukan tipikal orang yang suka bermalas-malasan. Karena kerja kerasnya, Edison dijuluki sebagai salah satu penemu terbesar.

Thomas Alva Edison adalah seorang pria yang lahir di Amerika Serikat tepatnya pada tanggal 11 Februari tahun 1987. Ia menghembuskan napas terakhir di tahun 1931. Selama hidupnya ia menemukan banyak hal yang membuat hidup manusia menjadi lebih baik. Edison dijuluki Si Penyihir Menlo Park sebab di tangannya lahir banyak hal yang dianggap hanya sebagai mimpi bagi sebagian orang. Edison merupakan ilmuan yang pertama kali mengaggas agar hasil penemuan-penemuan diproduksi secara massal sehingga berguna bagi banyak orang.


Edison Kecil Yang Gagal Di Sekolah

Tahukah Anda bahwa saat mengenyam sekolah dasar Edison sempat mengalami banyak kendala yang membuat orang tuanya terpaksa mengeluarkan dia? Nilainya kabarnya selalu buruk. Hal ini membuat ibunya tak tahan dan kemudian memutuskan untuk mengajar Edison kecil di rumah. Keputusan terebut tepat sebab saat Edison di rumah, ia memiliki banyak waktu membaca buku-buku ilmiah dan kerap mengadakan percobaan ilmiah sederhana di rumahnya. Saat ia menanjak usia 12 tahun, Edison mulai belajar bekerja. Mulai dari penjual Koran, penjaja permen di kereta api, penjual buah-buahan hingga operator telegraf. Profesi terakhirlah yang membuat ia tertarik dengan mesin telegraf. Rasa ingin tahunya kemudian membawa ia pada sebuah penemuan di tahun 1870 yakni mesin telegraf yang jauh lebih baik dari apa yang sudah ada.

Tak hanya mesin telegraf, Edison juga merupakan penemu proyektor film dan juga penemu lampu listrik di tahun 1879. Selain itu, ia juga ilmuan yang berhasil menemukan mesin Gramofon di tahun 1877. Terkait julukannya sebagai penemu lampu, banyak polemik sejaran yang berkembang hingga saat ini. Kabarnya, bukan Edison penemu lampu yang pertama kali. Sebab, ada tokoh bernama Josep Swans yang telah mendaftarkan paten setahun sebelum Edison ikut mendaftarkan miliknya. Hanya saja polemik ini kemudian terjawab dengan analisa bahwa memang Edison-lah yang pertama kali menemukan lampu listrik atau lampu pijar yang bisa dipakai lebih lama.


Jadi jika seseorang bertanya pada Anda, siapa penemu lampu pijar atau lampu listrik pertama kali? Secara jujur Anda harus menyebut nama Sir Joseph Wilson Swan. Sebab tokoh tersebutlah yang menemukan lampu pijat atau lampu listrik. Sayangnya, temuannya ini hanya bisa bertahan selama 13 jam saja sehingga lampu tersebut tidak nyaman untuk di pakai di keseharian masyarakat. Pendeknya pemakaian lampi ini membuat beberapa ilmuan lain meneliti lampu pijar, salah satunya Thomas Alva Edison yang berhasil menciptakan lampu pijar yang jauh lebih baik dari karya Sir Joseph Wilson Swan. Tapi apapun itu, penemu lampu pijar pertama kali bukanlah Edison. 
Swan
Siapa Sir Joseph Wilson Swan? Penemu lampu yang pertama kali ini lahir di tahun 1828 pada tanggal 31 Oktober. Ia merupakan seorang ahli fisika dan juga kimia yang berasal dari Inggris. Ia mendemonstrasikan penemuan lampunya pertama kali di tahun 1878 tapi hak paten baru ia peroleh di tahun 1880 dengan nomor paten 4933. Rumahnya merupakan tempat pertama di dunia ini yang diterangi cahaya temaram pijar.